Lentera Pena

-Rindu-

“أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْرَٰٓءِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَٱجْتَبَيْنَآ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُ ٱلرَّحْمَٰنِ خَرُّوا۟ سُجَّدًا وَبُكِيًّا”

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Mahapemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam: 58)

Pernahkah kita berbicara bersama seseorang, namun yg kita rasakan seseorang tsb tidak bersama kita?

Pernahkah kita berjarak sangat jauh dengan seseorang, namun kehadirannya demikian terasa dalam jiwa ini?

Begitulah.. Keberadaan ternyata tidak melulu berarti kehadiran, pun sebaliknya. Ada di suatu tempat bukan berarti kita hadir di tempat tsb.

Sementara itu..

Bagaimana dengan ibadah kita selama ini..?
Adakah kehadiran Allah kita rasakan ketika setiap saat kita melakukan ibadah..?
Apakah kita sudah menikmati ibadah yg kita lakukan sehingga tidak ada sedikitpun ‘keterpaksaan’ dalam hati kita dan menjadikan seluruh aktivitas ibadah kita sangat ringan dijalankan serta penuh dengan ke’ikhlas’an?

Duh.. Sungguh sulit diri ini melakukan ibadah yg dilaksanakan sepenuh hati serta penuh ke’ikhlas’an.

“Intidzhorul awqot”
(merindukan waktu ibadah)

Rasa takut ketinggalan akan suatu ibadah, terlebih lagi hingga meninggalkannya..

Tidur di awal waktu agar bisa menunaikan sholat tahajjud..

Mengabaikan rasa ngantuk untuk bisa berjamaah sholat shubuh di masjid..

Walaupun dalam kesibukan yang sangat, tidak pernah meninggalkan sholat dhuhanya…

Di tengah sebuah kesibukan tidak pernah meninggalkan sholat tepat pada waktunya, dalam kemacetan jalan raya yang teringat dalam jiwa adalah masjid..

Rasanya sangat jauh kualitas diri ini apabila disandingkan dengan para nabi sahabat Nabi dan para tabiin serta orang2 shalih lainnya..

Benar, salah satu tanda kita sudah menikmati ibadah kita adalah saat kita sangat me’rindu’kan dengan datangnya waktu ibadah. Karena pada dasarnya, kita hidup di dunia ini untuk beribadah kepada Allah.. Apalah arti dunia dikenal jutaan org, sementara di akhirat terasingkan tidak memiliki teman. Apalah arti di dunia dipuji oleh sesama, jika di akhirat.. Dimurka oleh Sang Pencipta.

Maka dari itu, semoga kita bisa saling terus mengingatkan dan bersama2 dalam perjalanan kehidupan ini hingga menuju jannahnya 🙂

#LenteraPena
#AlFikri2018
#AlFikriGEMARDAKWAH
~Gemerlap Ukhuwah Pancarkan Dakwah~

Tahsin For Chenis


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh

Halo, Sahabat Chenis
Apa kabar nih?? 😊

Ada kabar gembira nih, Tahsin For Chenis akan dimulai perdana loh.. Udah ga sabar kan pengen insya Allah bisa membaca Al-qur’an yang tartil kayak gimana? Nah, jangan lupa yaa datang ke Tahsin For Chenis

Dicatat yaa tanggalnyaaa 😁

📆 : Jumat, 13 April 2018

🕙 : 11.00 – Selesai

🏫 : Ruang C12 Teknik Kimia

Jangan lupa juga hadir dengan keadaan sudah berwudhu dan membawa Al-Qur’an yaa

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh

#TahsinForChenis
#RoadToMuslimahSejati
#AlFikri2018
#AlFikriGEMARDAKWAH
~Gemerlap Ukhuwah Pancarkan Dakwah~

AL FIKRI GOES TO MIZAN FEB UNDIP


[AL FIKRI GOES TO MIZAN FEB UNDIP]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 😁

Sahabat Al Fikri udah tau kan kalo Humas Al Fikri punya program dakwah Silmi dengan rohis lain?
Sesuai namanya, agenda program dakwah ini adalah silaturahmi yang ditujukan ke rohis lain di luar Teknik Kimia Undip. Nah kali ini Al Fikri akan berkunjung ke sahabat kita di rohis MIZAN FEB UNDIP.

InsyaAllah akan diadakan pada :
Hari : Rabu
Tanggal : 11 April 2018
Waktu : 16.00 wib
Meeting point: Masjid BI

Ikuti terus perjalanannya di timeline ya 😊

”Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

#AlFikriGoesToMizanFEB
#AlFikri2018
#AlFikriGEMARDAKWAH
~Gemerlap Ukhuwah Pancarkan Dakwah~

Kami Resmi Pamit

Assalamualaikum SAHABAT….

Tidak ada kata-kata yang mampu mendeskripsikan persahabatan ini,
Tidak ada hal yang bisa membalas kenyamanan ini,
melainkan terimakasih yang amat mendalam dari lubuk hati,

Bukan suatu program kerja yang sudah kami lalui,
namun sebuah keikhlasan yang mampu membuat kami bertahan sampai akhir,
Bukan sebuah perpisahan yang kami takuti,
namun hilangnya iman dan bertambahnya dosa saat bersama kami selama 1 tahun ini

Tanpa kebersamaan, Tanpa cinta, Tanpa harapan, dan tanpa doa, Dakwah tidak akan senyaman ini

Karena sudah saatnya kami untuk menepi, bukan tuk berhenti.
Mencari muara baru tanpa meninggalkan kenangan yang melekat dihati.

Alhamdulillah, sebuah akhir cerita ini telah kami lalui,
Laporan Pertanggungjawaban ini telah kami sudahi,
Terima kasih telah mengisi hari-hari dengan penuh arti.

Semoga Allah mempertemukan kita dalam persahabatan yang lebih erat lagi.

#AlFikri2017
#AlFikriBERSAMA
#KamiUdahan
-Bersahabat Menebar Manfaat-

Lentera Pena

-By time.. Indeed, mankind is in loss-

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)
“By time.. Indeed, mankind is in loss”
(Al Ashr : 1-2)

Mungkin, di dunia ini tidak ada satupun manusia yang tidak memiliki keinginan. Seiring berjalannya waktu, keinginan itu akan terus tumbuh dan mendorong kita untuk mewujudkannya bahkan seringkali seseorang mengorbankan apapun untuk memenuhi keinginannya tersebut. Setiap orang memiliki definisinya sendiri masing-masing..

Mungkin, keinginan tersebut berupa kekayaan, kekuasaan, kecerdasan, penampilan, dan segala orientasi duniawi lainnya. Sering kali ego dan hawa nafsu kita menjadikan kita berpandangan sempit terhadap keinginan2 tersebut..

Sehingga seringkali membuat kita lupa,

Bahwa sebenarnya kehidupan ini adalah sementara

Bahwa kita seharusnya menjadikan segala aktivitas dan keinginan kita di dunia ini sebagai media untuk memperbanyak ibadah kita kepada Allah

Bahwa kehidupan ini adalah sebuah perjalanan yang teramat sangat panjang, tetapi sepanjang apapun perjalanan itu, ternyata hanya memiliki 1 tujuan, yaitu Kembali kepada Sang Pemilik Hidup, sehingga kita memerlukan banyak bekal

Apakah kenikmatan surga dan ridho Allah tak lagi menggiurkan bagi kita.. Sehingga menjadikan kita lupa akan esensi perjalanan hidup kita sebenarnya untuk beribadah kepada Allah..?

Begitulah, seringkali kita melupakannya..

Akan tetapi, bukan berarti yang sedang terperosok dan lupa sekarang akan selamanya seperti itu karena memang setiap orang memiliki titik balik yang berbeda-beda. Akan ada waktu yang tepat ketika titik balik tersebut datang menyapa dan menjadikan kita melompat lebih jauh ke depan menggapai ridho-Nya

Karena titik balik itu bernama perubahan

Sebuah momentum yang harus segera kita manfaatkan, ketika datang.

#LenteraPena
#AlFikri2017
#AlFikriBersama
-Bersahabat Menebar Manfaat-

Keutamaan Umur Panjang Disertai Ketaatan

Sesungguhnya panjang umur merupakan modal untuk meraih kedudukan yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala . Namun jika umur yang panjang dipenuhi dengan keburukan, maka pemiliknya menjadi orang yang paling buruk.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ »
Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-Hâkim]
Mengapa orang yang panjang umurnya dan baik amalnya merupakan orang terbaik ? Karena orang yang banyak kebaikannya, setiap kali umurnya bertambah maka pahalanya juga bertambah dan derajatnya semakin tinggi. Kesempatan hidupnya merupakan tambahan pahala dengan sebab nilai amalannya yang terus tambah, walaupun hanya sekedar istiqamah di atas iman. Sebab, apakah yang lebih besar dari iman di dalam kehidupan ini?
Sebaliknya, seburuk-buruk orang adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya, karena waktu dan jam seperti modal bagi pedagang. Seharusnya, dia menggunakan modalnya dalam perdagangan yang menjanjikan keuntungan. Semakin banyak modal yang diinvestasikan, maka keuntungan yang akan diraihnya juga semakin banyak. Barangsiapa melewatkan hidup untuk kebaikannya maka dia telah beruntung dan sukses. Namun barangsiapa menyia-nyiakan modalnya, dia tidak akan beruntung dan bahkan merugi dengan kerugian yang nyata [Faidhul Qadir, 3/480].
Di dalam hadits yang lain disebutkan :
وعَنِ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :« أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِكُمْ ». قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ : خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَاراً وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالاً
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kamu tentang orang yang paling baik di antara kamu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang paling panjang umurnya di antara kamu dan paling baik amalnya”. [HR. Ahmad; Ibnu Hibbân; dan al-Baihaqi]
Oleh karena itu seorang Mukmin jangan sampai menyia-nyiakan umur dan waktunya. Hendaklah dia selalu waspada terhadap kehidupannya, umur yang masih ada hendaklah diisi dengan amal sholih. Jika tidak, maka kerugian yang akan didapatkan
Yuk, semangat memperbaiki diri sahabat!
#LitbangQuotes

#AlFikri2017

#AlFikriBERSAMA

-Bersahabat Menebar Manfaat-

Lentera Pena

-Muhasabah Tahun Baru-
By : Amalia Firdauzi
Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh sahabat..

MasyaAllah, tahun baru 2018 telah tiba, dan alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang karenaNya kita masih diberi kesempatan untuk hidup merasakannya.
Bagi umat muslim, momen tahun baru masehi ini bukanlah sesuatu yang patut dirayakan secara berlebihan, melainkan sebagai ajang pengevaluasian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk memulai tahun 2018 dengan menjadi pribadi yang lebih baik.
Sahabat, hendaklah pada momen tahun baru ini kita hindari hal yang sia-sia bagi kehidupan akhirat nanti. Hal yang sia-sia akhirnya hanya akan menjadi penyesalan, dan menghindarinya adalah ciri orang-orang beriman.
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,..” [Q.S. Al-Mu’minun (23) : 1-3]
Marilah sahabat kita isi tahun baru ini dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti bermuhasabah diri.
Tahukah sabahat, apa itu muhasabah?

Muhasabah adalah introspeksi diri, merenungkan kebaikan dan keburukan yang dilakukan pada masa lalu, mengevaluasi kesalahan dan bertekad memperbaikinya.
Lalu, Muhasabah itu penting gak sih?
Jawabannya Penting banget !!!
karena dengan bermuhasabah, kita dapat mengetahui aib dan kesalahan kita, sehingga kita memiliki kesadaran untuk memperbaikinya.

Selain itu Kita juga akan lebih waspada terhadap perbuatan-perbuatan maksiat dan perbuatan yang sia-sia.
Dengan begitu, kita semakin sering menyadari bahwa segala sesuatu, kecil dan besar, akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Dan ingatlah sahabat bahwa kehidupan kita di dunia ini untuk mempersiapkan kehidupan di akhirat.
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” [Q.S. Al-An’am (6) : 32]
Gimana sih cara bermuhasabah? Apa saja hal dasar yang harus diperhatikan?

Yang pertama, mulailah dengan hal-hal yang berkaitan dengan rukun islam dan rukun iman.
Contohnya : Bagaimana shalat kita? Zakat dan infaq kita? Puasa?

Apakah kita benar-benar meyakini penciptaan semesta alam dari Allah SWT.? Sadarkah ada malaikat di kanan dan kiri kita yang mencatat segala perbuatan kita?
Kedua, mengingat hal-hal yang berkaitan dengan sesama manusia.

Misalnya : Apa perbuatan kita yang sering menyakiti hati orang lain?

Sudahkah kita menjaga lisan kita, baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya?

Sudahkah kita taat dan patuh pada orang tua?
Yang ketiga, beristighfar kepada Allah SWT. Bertaubatlah kepada-Nya.

Semoga Allah berkenan menerima taubat kita, lalu berniatlah untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut dan berniat kita bahwa esok akan menjadi lebih baik.
Yang keempat, jika ternyata ada kesalahan dengan sesama manusia maka kita harus berani minta maaf dan mintalah kerelaan mereka.
Demikian sahabat tentang muhasabah dan betapa pentingnya muhasabah dalam memulai tahun 2018 untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Yuk bermuhasabah!
#LenteraPena

#SyiarMenginspirasi

#Alfikri2017

#AlfikriBERSAMA

-Bersahabat Menebar Manfaat-

Untukmu, Saudaraku

Pada suatu malam terdapat 2 orang sahabat yang berbeda agama sedang ngopi di burjo
Sebut saja si A (muslim) dan si B (nonmuslim)
B : Besok idul fitri ya. Selamat hari raya idul fitri, sob
A : wah terimakasih sob. 
B : btw, kenapa yak kamu gk pernah mengucapkan selamat kepadaku pas lg natal?
A : Gini sob, bukanya aku gk mau mengucapkan sob. Cuma dalam agamaku tidak memperbolehkan untuk mengucapkan hal tersebut. Hukumnya terdapat dalam kitab agamaku soalnya
B : Oh gtu, padahal itu hanya ucapan biasa sob hehe
A : Iyaa sih, analoginya gini sob. kalo misalkan aku menyuruhmu mengucapkan syahadat gmn sob?
B : Hmm gk bisa sob, itu bisa mengganggu kepercayaanku
A : nah aku pun demikian sob hehe
B : ok aku mengerti sekarang kenapa umat muslim tidak mengucapkan selamat natal kepada kami

____________________________________________
Yuk simak disini pembahasanya….
Dalam Al-quran sudah termaktub banyak sekali hukum yang menjelaskan mengenai perkara tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1- Bukanlah perayaan kaum muslimin
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa perayaan bagi kaum muslimin hanya ada 2, yaitu hari ‘Idul fitri dan hari ‘Idul Adha.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad, shahih).
Sebagai muslim yang ta’at, cukuplah petunjuk Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjadi sebaik-baik petunjuk.
2- Menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakan hari raya agama lain
Ketika ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, pada hakekatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan. Misalnya ucapan selamat kepada teman yang telah lulus dari kuliahnya saat di wisuda.
Nah,begitu juga dengan seorang yang muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang nashrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari natal adalah hari kelahiran tuhan mereka, yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihish shalatu wa sallam. Dan mereka menganggap bahwa Nabi ‘Isa adalah tuhan mereka. Bukankah hal ini adalah kekufuran yang sangat jelas dan nyata?
Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).
3- Merupakan sikap loyal (wala) yang keliru
Loyal (wala) tidaklah sama dengan berbuat baik (ihsan). Wala memiliki arti loyal, menolong, atau memuliakan orang kita cintai, sehingga apabila kita wala terhadap seseorang, akan tumbuh rasa cinta kepada orang tersebut. Oleh karena itu, para kekasih Allah juga disebut dengan wali-wali Allah.
Ketika kita mengucapkan selamat natal, hal itu dapat menumbuhkan rasa cinta kita perlahan-lahan kepada mereka. Mungkin sebagian kita mengingkari, yang diucapkan hanya sekedar di lisan saja. Padahal seorang muslim diperintahkan untuk mengingkari sesembahan-sesembahan orang kafir.
Allah Ta’ala berfirman,
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4)
4- Nabi melarang mendahului ucapan salam
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini.
5- Menyerupai orang kafir
Tidak samar lagi, bahwa sebagian kaum muslimin turut berpartisipasi dalam perayaan natal. Lihat saja ketika di pasar-pasar, di jalan-jalan, dan pusat perbelanjaan. Sebagian dari kaum muslimin ada yang berpakaian dengan pakaian khas perayaan natal. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kaum  muslimin untuk menyerupai kaum kafir.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

__________________________________________
Lalu timbul pertanyaan, apakah ada kaitanya dengan memberikan ucapan selamat dalam memperingati hari raya agama lain? Maka dalil-dali yang diatas bisa menjadi jawabannya

karena esensi dari memberikan ucapan selamat kepada Umat beragama lain adalah sama saja dengan mengakui bahwa Agama Lain (Kristen, Hindu maupun Budha) itu benar dan diakui/diridhoi (dilihat dari sisi pandang agama Islam). Artinya seorang Muslim yang memberikan ucapan selamat kepada pemeluk agama lain dalam memperingati hari rayanya, disamping dia beriman kepada Allah SWT dan Nabi-Nya dia juga mengakui bahwa agama lain juga diridhai oleh Allah.
Allah Ta’ala telah berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).
Ketahuilah wahai kaum muslimin, perkara yang remeh bisa menjadi perkara yang besar jika kita tidak mengetahuinya. Mengucapkan selamat pada suatu perayaan yang bukan berasal dari Islam saja terlarang (semisal ucapan selamat ulang tahun), bagaimana lagi mengucapkan selamat kepada perayaan orang kafir? Tentu lebih-lebih lagi terlarangnya.
Wallahu waliyyut taufiq.
Sumber : Muslim.Or.Id dengan sedikit penyesuaian.
#SyiarMenginspirasi

#Alfikri2017

#AlfikriBERSAMA

-Bersahabat Menebar Manfaat-

Waktu

Waktu terus berputar, yang lewat tidak akan pernah kembali. Sedetikpun .. tak akan pernah kembali. Kesempatan hidup untuk terus berbakti dan beribadah akan terus berkurang.  
Waktu adalah salah satu bentuk kenikmatan dari Allah sehingga kita harus dapat memanfaatkannya, jangan sampai waktu yang telah Allah berikan kepada kita berlalu tanpa ada kebaikan yang kita lakukan didalamnya. 

Nabi Muhammad SAW, telah mengingatkan akan pentingnya memanfaatkan waktu, sebagaimana disebutkan dalam hadist:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].
Dari hadist tersebut jelas bahwa waktu merupakan kenikmatan dari Allah, namun janganlah kita lalai terhadap kenikmatan waktu yang telah Allah berikan kepada kita. 

Meningkatkan amal kebaikan dalam setiap waktu… 
Karena kelak dihari akhir, Allah akan meminta pertanggung jwaban kepada setiap hambanya, termasuk salah satunya pertanggungjwaban akan waktu, sesuai sabda nabi Muhammad SAW: 
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)
Janganlah kita sia-siakan waktu yang Allah berikan kepada kita,

Teruslah berbuat kebaikan & produktif..
#LitbangQuotes

#AlFikri2017

#AlFikriBERSAMA

-Bersahabat Menebar Manfaat-

Press Release Sehari Bersama Mentoring

Assalamu’alaikum SAHABAT Al Fikri

Hai Muslim Engineer..
Alhamdulillah, telah diadakan rangkaian kegiatan SEHARI BERSAMA MENTORING pada hari Sabtu, 2 Desember 2017. 

 

Acara dimulai pukul 13.00 WIB yang dihadiri mahasiswa muslim teknik kimia 2017 dan para pementor.
SEHARI BERSAMA MENTORING ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu Mentoring Bersama dan dilanjutkan dengan Mentoring Cup.
Mentoring Bersama diawali dengan pembacaan Al-qur’an, lalu sambutan ketua acara dan Prof. Dr. Ir. Abdullah sebagai dosen Agama Islam. Dalam acara ini ada penyampaian materi oleh Muhammad Ihsan Maulana (Sekretaris Umum Al Fikri 2015). 

Kemudian acara dilanjutkan dengan pengumuman mentoring award untuk pementor terbaik, mentee terbaik, dan kelompok mentoring terbaik.

Kegiatan kedua yaitu Mentoring Cup. Kegiatan ini diadakan terpisah antara ikhwan dan akhwat. Untuk Mentoring Cup Akhwat diadakan lomba  membuat minuman kreasi dan menghias kue, lalu untuk Mentoring Cup Ikhwan diadakan futsal bersama mentee dan pementor ikhwan.

Semoga acara ini bermanfaat dan dapat mempererat ukhuwah islamiyah antar umat muslim di teknik kimia 😊
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
#SehariBersamaMentoring 

#MentoringAsyique

#Alfikri2017

#AlfikriBERSAMA

-Bersahabat Menebar Manfaat-