Lentera Pena

-By time.. Indeed, mankind is in loss-

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)
“By time.. Indeed, mankind is in loss”
(Al Ashr : 1-2)

Mungkin, di dunia ini tidak ada satupun manusia yang tidak memiliki keinginan. Seiring berjalannya waktu, keinginan itu akan terus tumbuh dan mendorong kita untuk mewujudkannya bahkan seringkali seseorang mengorbankan apapun untuk memenuhi keinginannya tersebut. Setiap orang memiliki definisinya sendiri masing-masing..

Mungkin, keinginan tersebut berupa kekayaan, kekuasaan, kecerdasan, penampilan, dan segala orientasi duniawi lainnya. Sering kali ego dan hawa nafsu kita menjadikan kita berpandangan sempit terhadap keinginan2 tersebut..

Sehingga seringkali membuat kita lupa,

Bahwa sebenarnya kehidupan ini adalah sementara

Bahwa kita seharusnya menjadikan segala aktivitas dan keinginan kita di dunia ini sebagai media untuk memperbanyak ibadah kita kepada Allah

Bahwa kehidupan ini adalah sebuah perjalanan yang teramat sangat panjang, tetapi sepanjang apapun perjalanan itu, ternyata hanya memiliki 1 tujuan, yaitu Kembali kepada Sang Pemilik Hidup, sehingga kita memerlukan banyak bekal

Apakah kenikmatan surga dan ridho Allah tak lagi menggiurkan bagi kita.. Sehingga menjadikan kita lupa akan esensi perjalanan hidup kita sebenarnya untuk beribadah kepada Allah..?

Begitulah, seringkali kita melupakannya..

Akan tetapi, bukan berarti yang sedang terperosok dan lupa sekarang akan selamanya seperti itu karena memang setiap orang memiliki titik balik yang berbeda-beda. Akan ada waktu yang tepat ketika titik balik tersebut datang menyapa dan menjadikan kita melompat lebih jauh ke depan menggapai ridho-Nya

Karena titik balik itu bernama perubahan

Sebuah momentum yang harus segera kita manfaatkan, ketika datang.

#LenteraPena
#AlFikri2017
#AlFikriBersama
-Bersahabat Menebar Manfaat-

Lentera Pena

-Muhasabah Tahun Baru-
By : Amalia Firdauzi
Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh sahabat..

MasyaAllah, tahun baru 2018 telah tiba, dan alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang karenaNya kita masih diberi kesempatan untuk hidup merasakannya.
Bagi umat muslim, momen tahun baru masehi ini bukanlah sesuatu yang patut dirayakan secara berlebihan, melainkan sebagai ajang pengevaluasian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk memulai tahun 2018 dengan menjadi pribadi yang lebih baik.
Sahabat, hendaklah pada momen tahun baru ini kita hindari hal yang sia-sia bagi kehidupan akhirat nanti. Hal yang sia-sia akhirnya hanya akan menjadi penyesalan, dan menghindarinya adalah ciri orang-orang beriman.
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,..” [Q.S. Al-Mu’minun (23) : 1-3]
Marilah sahabat kita isi tahun baru ini dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti bermuhasabah diri.
Tahukah sabahat, apa itu muhasabah?

Muhasabah adalah introspeksi diri, merenungkan kebaikan dan keburukan yang dilakukan pada masa lalu, mengevaluasi kesalahan dan bertekad memperbaikinya.
Lalu, Muhasabah itu penting gak sih?
Jawabannya Penting banget !!!
karena dengan bermuhasabah, kita dapat mengetahui aib dan kesalahan kita, sehingga kita memiliki kesadaran untuk memperbaikinya.

Selain itu Kita juga akan lebih waspada terhadap perbuatan-perbuatan maksiat dan perbuatan yang sia-sia.
Dengan begitu, kita semakin sering menyadari bahwa segala sesuatu, kecil dan besar, akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Dan ingatlah sahabat bahwa kehidupan kita di dunia ini untuk mempersiapkan kehidupan di akhirat.
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” [Q.S. Al-An’am (6) : 32]
Gimana sih cara bermuhasabah? Apa saja hal dasar yang harus diperhatikan?

Yang pertama, mulailah dengan hal-hal yang berkaitan dengan rukun islam dan rukun iman.
Contohnya : Bagaimana shalat kita? Zakat dan infaq kita? Puasa?

Apakah kita benar-benar meyakini penciptaan semesta alam dari Allah SWT.? Sadarkah ada malaikat di kanan dan kiri kita yang mencatat segala perbuatan kita?
Kedua, mengingat hal-hal yang berkaitan dengan sesama manusia.

Misalnya : Apa perbuatan kita yang sering menyakiti hati orang lain?

Sudahkah kita menjaga lisan kita, baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya?

Sudahkah kita taat dan patuh pada orang tua?
Yang ketiga, beristighfar kepada Allah SWT. Bertaubatlah kepada-Nya.

Semoga Allah berkenan menerima taubat kita, lalu berniatlah untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut dan berniat kita bahwa esok akan menjadi lebih baik.
Yang keempat, jika ternyata ada kesalahan dengan sesama manusia maka kita harus berani minta maaf dan mintalah kerelaan mereka.
Demikian sahabat tentang muhasabah dan betapa pentingnya muhasabah dalam memulai tahun 2018 untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Yuk bermuhasabah!
#LenteraPena

#SyiarMenginspirasi

#Alfikri2017

#AlfikriBERSAMA

-Bersahabat Menebar Manfaat-

Untukmu, Saudaraku

Pada suatu malam terdapat 2 orang sahabat yang berbeda agama sedang ngopi di burjo
Sebut saja si A (muslim) dan si B (nonmuslim)
B : Besok idul fitri ya. Selamat hari raya idul fitri, sob
A : wah terimakasih sob. 
B : btw, kenapa yak kamu gk pernah mengucapkan selamat kepadaku pas lg natal?
A : Gini sob, bukanya aku gk mau mengucapkan sob. Cuma dalam agamaku tidak memperbolehkan untuk mengucapkan hal tersebut. Hukumnya terdapat dalam kitab agamaku soalnya
B : Oh gtu, padahal itu hanya ucapan biasa sob hehe
A : Iyaa sih, analoginya gini sob. kalo misalkan aku menyuruhmu mengucapkan syahadat gmn sob?
B : Hmm gk bisa sob, itu bisa mengganggu kepercayaanku
A : nah aku pun demikian sob hehe
B : ok aku mengerti sekarang kenapa umat muslim tidak mengucapkan selamat natal kepada kami

____________________________________________
Yuk simak disini pembahasanya….
Dalam Al-quran sudah termaktub banyak sekali hukum yang menjelaskan mengenai perkara tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1- Bukanlah perayaan kaum muslimin
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa perayaan bagi kaum muslimin hanya ada 2, yaitu hari ‘Idul fitri dan hari ‘Idul Adha.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad, shahih).
Sebagai muslim yang ta’at, cukuplah petunjuk Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjadi sebaik-baik petunjuk.
2- Menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakan hari raya agama lain
Ketika ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, pada hakekatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan. Misalnya ucapan selamat kepada teman yang telah lulus dari kuliahnya saat di wisuda.
Nah,begitu juga dengan seorang yang muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang nashrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari natal adalah hari kelahiran tuhan mereka, yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihish shalatu wa sallam. Dan mereka menganggap bahwa Nabi ‘Isa adalah tuhan mereka. Bukankah hal ini adalah kekufuran yang sangat jelas dan nyata?
Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).
3- Merupakan sikap loyal (wala) yang keliru
Loyal (wala) tidaklah sama dengan berbuat baik (ihsan). Wala memiliki arti loyal, menolong, atau memuliakan orang kita cintai, sehingga apabila kita wala terhadap seseorang, akan tumbuh rasa cinta kepada orang tersebut. Oleh karena itu, para kekasih Allah juga disebut dengan wali-wali Allah.
Ketika kita mengucapkan selamat natal, hal itu dapat menumbuhkan rasa cinta kita perlahan-lahan kepada mereka. Mungkin sebagian kita mengingkari, yang diucapkan hanya sekedar di lisan saja. Padahal seorang muslim diperintahkan untuk mengingkari sesembahan-sesembahan orang kafir.
Allah Ta’ala berfirman,
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4)
4- Nabi melarang mendahului ucapan salam
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini.
5- Menyerupai orang kafir
Tidak samar lagi, bahwa sebagian kaum muslimin turut berpartisipasi dalam perayaan natal. Lihat saja ketika di pasar-pasar, di jalan-jalan, dan pusat perbelanjaan. Sebagian dari kaum muslimin ada yang berpakaian dengan pakaian khas perayaan natal. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kaum  muslimin untuk menyerupai kaum kafir.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

__________________________________________
Lalu timbul pertanyaan, apakah ada kaitanya dengan memberikan ucapan selamat dalam memperingati hari raya agama lain? Maka dalil-dali yang diatas bisa menjadi jawabannya

karena esensi dari memberikan ucapan selamat kepada Umat beragama lain adalah sama saja dengan mengakui bahwa Agama Lain (Kristen, Hindu maupun Budha) itu benar dan diakui/diridhoi (dilihat dari sisi pandang agama Islam). Artinya seorang Muslim yang memberikan ucapan selamat kepada pemeluk agama lain dalam memperingati hari rayanya, disamping dia beriman kepada Allah SWT dan Nabi-Nya dia juga mengakui bahwa agama lain juga diridhai oleh Allah.
Allah Ta’ala telah berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).
Ketahuilah wahai kaum muslimin, perkara yang remeh bisa menjadi perkara yang besar jika kita tidak mengetahuinya. Mengucapkan selamat pada suatu perayaan yang bukan berasal dari Islam saja terlarang (semisal ucapan selamat ulang tahun), bagaimana lagi mengucapkan selamat kepada perayaan orang kafir? Tentu lebih-lebih lagi terlarangnya.
Wallahu waliyyut taufiq.
Sumber : Muslim.Or.Id dengan sedikit penyesuaian.
#SyiarMenginspirasi

#Alfikri2017

#AlfikriBERSAMA

-Bersahabat Menebar Manfaat-

Lentera Pena

[LENTERA PENA]
-Mensyukuri Nikmat Allah-

By : Amalia Firdauzi
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh sahabat..
Sering gak sih, sahabat merasa gak tenang? Seperti ada sesuatu yang hilang dalam hidup..

Pernah gak sih, sahabat merasa gak puas dengan diri sendiri? Selalu merasa kurang cukup..

Ingin gak sih, menghilangkan semua perasaan itu?
Caranya?

Sederhana,

Mulailah dengan…..

Bersyukur,
Sebenarnya apasih syukur itu?

Dan gimana caranya agar kita bisa bersyukur?
Syukur bahasa berasal dari kata syakara yang berarti membuka, sebagai lawan dari kata kafara (kufur) yang berarti menutup.
Menurut istilah, syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang dikaruniakan Allah, yang disertai dengan ketundukan kepadaNya dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Allah.
Nah, ada 3 poin.

1. Pengakuan terhadap nikmat Allah.

2. Disertai ketundukan kepadaNya.

3. Dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai kehendak Allah.
Bagaimana sih agar kita bisa bersyukur?

Yang pertama, sadarlah sahabat kalau dunia ini gak ada apa-apanya dibandingkan apa yang dijanjikan Allah di surga.

Dunia ini sementara. Sepanjang-panjangnya usia manusia hanya sekitar 60-70 tahun. Kita di dunia sebentar banget..

Jadi dunia itu gak penting. Mulai sekarang, ubah mindset. Jangan berorientasi dunia.

Berorientasilah akhirat. Kejar surga Allah yang nikmatnya lebih kekal. Dan tahulah kalau semua yang ada di dunia ini dapat mengantarkan ke surga dengan cara : bersyukur dan bersabar.

“Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran” [Q.S. Al Imran (3) : 145] 
Yang kedua, tahulah sahabat, kehidupan seorang muslim hanya dua : nikmat adalah pahala baginya jika ia bersyukur dan cobaan juga akan menjadi pahala baginya jika ia bersabar.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim no.7692)
Jika kita sudah bersyukur, maka sungguh hati akan tenang. Gak akan merasa kekurangan terus, karena tujuan kita bukan mengejar dunia.

Jika kita bersyukur, manfaatnya bukan hanya membuat hati tenang, tetapi masih banyak lagi, diantaranya :

Syukur dapat mendatangkan ridha Allah. Dan tahulah sahabat, hanya dengan ridha Allah kita bisa memasuki surga.
“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu. [Q.S. Az-Zumar (39) : 7]
Syukur merupakan sebab selamatnya seseorang dari azab.

“Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” [Q.S. An-Nisa (4) : 147]
Syukur merupakan sebab ditambahnya nikmat.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” [Q.S. Ibrahim (14) : 7]
Yuk, kita bareng-bareng belajar bersyukur sahabatku!

#LenteraPena

#SyiarMenginspirasi

#Alfikri2017

#AlfikriBERSAMA

-Bersahabat Menebar Manfaat-

Press Release Tabligh Akbar

Assalamualaikum sahabat Al Fikri yang senantiasa dalam rahmat Allah Ta’ala.

Telah diselenggarakan rangkaian Acara Tabligh Akbar Spesial Al Fikri 2017 pada hari sabtu, 21 Oktober 2012 pukul 08.00-11.30 WIB berlokasi di Masjid Kampis Undip.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al quran dan dilanjutkan dengan sambutan dari Mas’ul Al Fikri, Dosen Pembina Agama Islam serta sambutan dari ketua panitia. Kemudian dilanjutkan dengan adanya hiburan dari Velovoice yang meampilkan beberapa nasyid.

Menuju acara inti yaitu penyampaian materi kajian oleh Ustadz abu Takeru mengebai peran pemuda dalam Peradaban islam. Acara ditutup dengan bembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Abu Takeru dan diakhiri dengan pengumuman pemenang dorprize bagi peserta kajian yang mengikuti kontes foto dan datang paling awal.

Semoga dengan adanya Tabligh Akbar kemarin bisa memberikan banyak ilmu dan manfaat bagi panitia maupun para peserta kajian, serta memicu para pemuda untuk lebih dekat lagi dengan agama islam.

#Alfikri2017
#AlfikriBERSAMA
-Bersahabat Menebar Manfaat-

Tabligh Akbar Spesial

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh 😊

Sahabat Al Fikri dimanapun berada, yang lagi butuh refreshing hati dan pikiran setelah UTS, atau yang weekendnya ingin lebih berfaedah ? Yuk jangan lewatkan Event terbesar Al Fikri yaitu:

📣TABLIGH AKBAR AL FIKRI 2017📣

Tabligh Akbar ini juga sekaligus menjadi Pembuka Engineering Moslem Fair (EMF) Izzati 2017.

Dengan Tema:
“Pemuda Islami Pemuda Masa Kini, Generasi Islam Pembangun Negeri”

Bersama Ustadz Rizal Fadli Nurhadi (ABU TAKERU) yang InsyaAllah akan diselenggarakan pada:

📅 Sabtu, 21 Oktober 2017
⏰ 08.00 WIB
🏠 Masjid Kampus Undip (MASKAM UNDIP)

 

Link Pendaftaran:
bit.ly/Formulir-TablighAkbar2017

~TERBUKA UNTUK UMUM~

➡ FREE SNACK untuk 150 pendatang pertama.

Jangan sampai ketinggalan. Ajak seluruh kawan terdekat dan keluarga di rumah untuk ikut merasakan manfaatnya 😊

Narahubung ☎
Ikhwan: 082177771029/abbidfalahyana
Akhwat: 08232214 2931/shelasofii19

Jazakumullah khairan katsiran

#EMF2017
#Tablighakbarspesial
#Alfikri2017
#AlfikriBERSAMA
-Bersahabat Menebar Manfaat-

Lentera Pena

Ikhlas itu…

Ketika mendapat musibah, lalu kita ikhlas ?
Bukan itu,

Atau ketika Mengharapkan sesuatu dan ternyata tidak memuaskan, lalu kita ikhlas ?
Bukan itu,

Atau mungkin Ikhlas itu menerima diri kita yang tidak secantik, seganteng, ataupun sekaya orang lain?

Bukan juga, bukan itu yg dimaksud ikhlas.

Ikhlas itu…
pembersihan dari pamrih kepada makhluk,
Ikhlas itu…
mengesakan Allah dalam beribadah kepadaNya,
Ikhlas itu…
adalah memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Jika kita mendapat musibah,

Jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan kita,

Jika kita selalu merasa tidak cukup,

Cara untuk mengikhlaskannya adalah dengan meyakinkan diri bahwa semua itu adalah rencana Allah, Dan tidak ada sesuatu yang lebih baik dari rencana Allah, karena Allah Maha Tau, Allah Maha Kuasa, Allah Maha Berkehendak atas baik buruknya yang kita terima.

Ingat Firman Allah Subhanahu wata’ala dalam surat Al Baqarah ayat 216 :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Maka dengan terbatasnya akal kita dibanding kuasa Allah, masihkah kita merasa tidak ikhlas ?

#LenteraPena
#Alfikri2017
#AlfikriBERSAMA
-Bersahabat Menebar Manfaat-

Cinta Menghadirkan Ampunan

Assalamualaikum sahabat 😊,

Tahukah kita bila Allah begitu mencintai hambaNya ? Saking cintanya Allah kepada hambaNya. Allah sering mengabulkan doa yang belum sempat kita minta.
Sahabat salah satu cara agar Allah cepat mendengar doa kita adalah dengan memperbanyak istighfar, jika kita punya banyak permintaan maka dahulukan untuk memperbanyak istighfar sebelum berdoa. makin banyak istighfar yang kita lafazkan maka makin banyak pula cinta Allah kepada kita.

Yuk simak video lengkapnya dari Ustadz Adi Hidayat Lc, semoga bisa makin menambah kecintaan kita untuk selalu istighfar kepada Allah dimanapun dan kapanpun.😊

#videoinspirasi
#Alfikri2017
#AlfikriBERSAMA
-Bersahabat Menebar Manfaat-

Al Fikri Murottal

Assalamualaikum SAHABAT Al Fikri yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala.

Alhamdulillah wasyukurilah saat ini kita sudah memasuki bulan Al Muharram. Bulan yang penuh kebaikan untuk beramal saleh.

Sahabat Taukah kita jika Allah Ta’ala telah memberi Pengarahan kepada manusia tentang adab bermasyarakat, hukum mengucapkan kata-kata buruk secara terang-terangan, dan larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk kepada seseorang ?

Allah Ta’ala juga memerintahkan kepada kita untuk Beriman kepada semua para rasul Allah adalah syarat sahnya iman dan ‘aqidah, dan akibat dari kekafiran dan buah dari keimanan.

Yuk simak dan resapi baik-baik Al Fikri Murottal kali ini mengenai ayat dan terjemahan Q.S. An nisa ayat 148-152.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan kebaikan dan kemudahan kepada kita.

Amin ya robbal ‘alamin

#Alfikrimurottal
#Alfikri2017
#AlfikriBERSAMA
-Bersahabat Menebar Manfaat-

Hari Lahir Pancasila

[HARI LAHIR PANCASILA]

Assalamu’alaikum SAHABAT Al Fikri yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala.
Hari ini adalah tanggal 1 Juni 2017. Hari lahirnya Dasar Negara kita Pancasila.

Mari menjadi warga negara yang baik dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kaidah-kaidah keislaman.
Semoga negara kita menjadi negara yang semakin baik dan sejahtera.

#LahirnyaPancasila
#Alfikri2017
#AlfikriBERSAMA
-Bersahabat Menebar Manfaat-