Sholat Istikhorah

[KAMIS FIQIH]
Sholat istikharah adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang berhadapan dengan dua pilihan yang berat dan mendesak.
Dengan sholat istikharah, kita akan mampu membuat pilihan yang benar dan terbaik menurut petunjuk Allah.
Panduan cara memilih yang syar’i ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada manusia yang cenderung penuh keraguan
Berikut tata cara sholat istikharah:
>Niat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushollii sunnatal istikhooroti rok’ataini lillaahi ta’aalaa”.
Artinya:
Aku berniat melaksanakan shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
> Pelaksanaan
Menurut pendapat para ulama, shalat istikharah boleh berupa shalat sunnah apa saja. Baik itu berupa shalat sunnah rawatib, shalat sunnah tahiyatul masjid, shalat sunnah tahajud dan shalat sunnah lainnya.
Hal yang paling penting, setelah melakukan shalat sunnah dua rakaat, dilanjutkan dengan berdoa kepada Allah. Dalam doa-nya ini menyebutkan pilihan yang harus dipilih agar mendapatkan pilihan yang terbaik.
> Tata cara
Dalam tata caranya sebenarnya sama dengan sholat pada umumnya
> Doa setelah sholat
Setelah melakukan sholat disunahkan membaca doa yang telah diajarkan Rasullullah, yaitu:
“Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadlikal ‘aziimi fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul guyuub.”
“Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro (…..) khairul lii fii diinii wa ma’aasyi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fii hi wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii wa ‘aajlihii fashrifhu ‘annii wasrifnii ‘anhu waqdurhu liyal-khaira haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bihi.”
Artinya:
“Ya Allah, aku meminta petunjuk kebaikan-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon keputusan-Mu dengan qudrat-Mu dan aku meminta dengan karunia-Mu yang besar, karena sesungguhnya Engkau yang berkuasa sedangkan aku tida berkuasa. Engkau Yang Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkau Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.
“Ya Allah, sekiranya engkau ketahui bahwa (sebutkan Pilihan yang dihadapi) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir dari perkaraku ini, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia, lalu berkahilah aku padanya.”
“Ya Allah, dan sekiranya engkau mengetahui buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir dari perkaraku ini, maka hindarkanlah aku darinya, kemudian takdirkanlah untukku kebaikan bagaimanapun adanya, lalu berilah aku keridhaan dengannya.” (HR. AhmadDan Bukhari).
Sumber : wisatanabawi.com

#AlFikri2019
#AlFikriBerdakwah
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah –

Makna Cinta Sejati

[ SAHABAT CHENIS ]
Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Oleh karena itu mari kita menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang.
Saudaraku, bila anda mencintai seseorang karena ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.
“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli.
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه
“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dan pada hadits lain beliau bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.
“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com
#SahabatChenis
#AnnisaAlFikri
#AlFikri2019
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah –

Adab Mengucap Salam

[KAMIS FIQIH]

Adab Mengucap Salam

Sebagai seorang muslim saat bertemu dengan saudara sesama muslim sudah sepatutnya kita saling bertegur sapa. Cara bertegur sapa yang baik yaitu senyum dan mengucap salam.

Bagaimanakah adab dalam mengucap salam yang baik?
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)(Q.S An-Nisa:86)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah yang kecil memberi salam pada yang lebih tua, hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk, hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Dan orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan.”

Kesimpulan hadist diatas yaitu:
• Hendaklah yang kecil mengucapkan salam pada yang lebih dewasa karena inilah hak orang yang lebih tua. Sebab yang lebih muda diperintahkan untuk menghormati yang lebih tua dan diperintahkan tawadhu’ atau rendah hati.
• Orang yang berjalan hendaklah memberi salam kepada orang yang sedang duduk. Ini juga dimisalkan untuk orang yang masuk memberi salam kepada penghuni rumah.
• Yang berjumlah sedikit dianjurkan mengucapkan salam pada yang banyak.
• Orang yang berkendaraan hendaklah mengucapkan salam pada yang berjalan. Di antara hikmahnya adalah biar yang berkendaraan bersikap tawadhu’ (rendah hati), tidak merasa merasa berderajat lebih tinggi dengan kendaraannya.
• Jika derajatnya sama misalnya sama-sama pejalan kaki atau sama-sama pengendara kendaraan, maka mereka mempunyai hukum yang sama dalam memulai mengucapkan salam. Sebaik-baik di antara mereka adalah yang memulai mengucapkan salam.

Lalu apa yang kita lakukan saat orang non muslim memberi salam kepada yang muslim?

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ
“Jika seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan ‘wa’alaikum’.” (HR. Bukhari, no. 6258 dan Muslim, no. 2163)

Dari hadist diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, ketika non muslim memberi salam kepada muslim, orang yang muslim hanya boleh menjawab “wa’alaikum”

Yuk biasakan saling menyapa saudara sesama muslim dengan mengucap salam, jangan lupakan adab-adabnya yaa

Sumber :

Bulughul Maram – Adab: Tiga Hadits tentang Ucapan Salam

#AlFikri2019
#AlFikriBerdakwah
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah –

Orang Tua Jalan Suksesku

[LENTERA PENA]

Orang Tuaku, Jalan Suksesku

Apasih arti orang tua buat kamu?
Dialah manusia mulia yang Allah kirimkan dalam kehidupan kita. Pengorbanannya begitu besar dan sampai kapanpun tidak akan bisa terbayar. Sobat, kapan nih terakhir bercanda bareng orang tua? Kapan terakhir kamu bikin mereka sedih? Kapan terakhir kamu membantah? Kapan terakhir kamu menghubunginya?
Atau kamu sering melupakannya, mengesampingkan & tak pernah berkabar padanya?

Sobat, inget kan?
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada
murka orang tua.”
Bisa jadi kesuksesan kamu saat ini adalah doa orang tua, doa dari orang-orang yang telah kamu tolong. Oleh karena itu, sesukses apapun kamu jangan pernah lupakan orang tua mu.

Berbakti kepada orang tua termasuk perintah Allah, sobat bisa lihat di (QS. Al Isra’: 23), (QS. An Nisa’: 36), (QS. Al An’am: 151), (QS. Luqman: 13-14), dan (QS. Al Ahqaf: 15)
Di surat tersebut dengan jelas Allah perintahkan kepada kita untuk senantiasa berbakti, berbuat baik kepada bapak ibu.
Berbakti pada orang tua juga termasuk amalan yang dicintai Allah SWT. looh, hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

“Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.’ Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sikap bakti kepada orang tua yaitu:
1. Menaati perintah keduanya selama bukan dalam perkara yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
2. Mendahulukan perintah mereka dari perkara yang hanya dianjurkan (sunnah).
3. Menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia di hadapan keduanya, di antaranya adalah dengan tidak mengeraskan suara di hadapan mereka.
4. Berbakti kepada kedua orang sepeninggal mereka adalah dengan mendo’akan keduanya.

Seseorang yang membangkang, tidak taat disebut juga durhaka, contoh durhaka kepada orang tua yaitu:
1. Membuat orang tua menangis, marah
2. Menahan tangan kedua orang tuanya yang ingin memukulnya
3. Memandang kedua orang tuanya dengan pandangan yang tajam
4. Membuat kedua orang tuanya sedih
5. Tidak mentaatinya perintahnya

Sobat, Hati-hati ya, jgn bikin orang tua kita marah, karena doa jelek orang tua terhadap anaknya itu mustajab. Seperti disebutkan oleh Abu Hurairah, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا

“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang sukses yang selalu berbakti kepada bapak ibu, aamiin..

Sumber: https://rumaysho.com/480-ibu-ayah-aku-ingin-meraih-surga.html

#AlFikri2019
#AlFikriBerdakwah
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah – Lanjutkan membaca “Orang Tua Jalan Suksesku”

Kenapa Hal Ini Terjadi Padaku??

[ SAHABAT CHENIS ]

Sudah hidup di dunia ini bertahun tahun pastinya banyak kejadian dan hal yang terjadi kan ?
Dan kadang kita bingung kenapa hal itu terjadi dan datang pada diri kita, kenapa orang lain tidak ?
Bahkan sering juga diantara kita merasa tidak terima atau berburuk sangka padaNya

Dan akhirnya, hal-hal seperti itu yang membuat hati kita kotor, pikiran sempit, gelisah dan merasa kosong, juga menjadi malas

Tapi, coba dipikir-pikir dari semua hal yang terjadi pasti ada kebaikan dibaliknya..Entah kita temukan di masa sekarang atau berdampak di masa depan

Contohnya : dulu ada yang bertanya, kenapa aku harus kuliah disini? Tapi setelah berjalan nya waktu, coba deh tengok ke belakang ternyata banyak hal baik dan pelajaran-pelajaran baik yang bisa diambil yang mungkin tidak ditemui di tempat lain

Lalu ketika kita bertemu banyak orang dengan berbeda karakter, berhubungan dengan orang lain (berteman), bekerjasama dalam teamwork seringkali timbul masalah atau perbedaan pendapat. Nah mungkin kita belum cukup sabar sehingga dipertemukan orang-orang yang melatih kesabaran kita

Dan masih banyak lagi, hal hal kecil maupun besar yang jika direnungkan ternyata memberi pelajaran untuk kita

Perbedaannya, adalah keyakinan dan kepercayaan pada Allah. Dia lah yang Maha tau mana yang terbaik untuk kita dan semua yang Dia berikan pastilah ada kebaikan dibaliknya..
Jadi, jangan berhenti untuk bersangka baik pada Allah dan selalu bersyukur sekecil apapun bentuk pemberian Nya.

“Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak” (H.R. Ahmad)

#SahabatChenis
#BersyukurdanIkhlas
#AlFikri2019
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah –

Kisah Ummu Mutiah

[ SAHABAT CHENIS ]

Fatimah Az Zahra, putri Rasulullah SAW bertanya pada Rasul siapakah wanita pertama yang masuk surga.

“Ya Rasulullah, beritahu padaku siapa wanita yang beruntung masuk surga untuk pertama kali selain Ummul Mukminin?”
Mendengar pertanyaan putrinya ini, Rasul pun menjawab : “Wahai Fatimah, jika engkau ingin mengetahui wanita pertama yang masuk surga selain Ummul Mukminin, ia adalah Ummu Mutiah.”

Mengetahui jawaban sang ayah, Fatimah yang juga istri dari Khulafa’ur Rasyidin ke empat yakni Ali bin Abi Thalib ini lantas penasaran dengan sosok Mutiah.

Untuk memenuhi rasa penasaran yang bergejolak dalam hati, Fatimah pun mencari rumah Mutiah dan hendak berkunjung ke sana. Setelah melakukan pencarian yang cukup lama, akhirnya ia menemukan rumah Mutiah. Diketuklah pintu rumah wanita itu oleh Fatimah sembari mengucap salam. Dari dalam rumah terdengar suara, “Siapakah yang ada di luar tersebut?” Fatimah menjawab, “Aku Fatimah, putri Rasulullah.

Mendengar jawaban Fatimah, Mutiah tidak lantas membuka pintu. Selanjutnya ia bertanya, “Ada keperluan apa”. Fatimah kembali menjawab, “Hendak bersilaturakhim saja.” Dari dalam rumah Mutiah kembali bertanya, “Kamu datang seorang diri atau bersama dengan orang lain?”. “Aku bersama putraku Hasan.” Jawab Fatimah.

Mengetahui Fatimah bersama Hasan, Mutiah lantas mengatakan, “Maaf, aku tidak bisa membukakan pintu untukmu. Aku belum minta izin pada suamiku akan kedatangan tamu laki-laki di rumahku. Sebaiknya kamu pulang dan kembali esok hari. Aku akan meminta izin kau bersama Hasan saat datang kemari.” Mendengar pernyataan Mutiah, Fatimah pun berkata dengan sabar, “Tapi Hasan adalah anakku. Ia juga masih kecil.” “Walau anak-anak, Hasan tetaplah lelaki. Kembalilah esok hari saat aku sudah meminta izin dari suamiku untuknya.” Ungkap Mutiah.

Masih penasaran dengan sosok Mutiah dan amalan yang dilakukannya, Esok hari Fatimah kembali berkunjung ke rumah Mutiah. Pintu rumah wanita tersebut kembali diketuk disusul dengan salam. Sayang, hari itu Fatimah kembali ditolak bertamu oleh Mutiah. Penolakan ini tentu bukan tanpa alasan. Fatimah hari itu datang bersama kedua anaknya, Hasan dan Husein. Mendengar Fatimah bersama satu orang laki-laki lain yang belum dimintakan izin kepada suami, Mutiah lantas menolak kedatangan Fatimah dan menyuruhnya datang kembali hari esoknya.

Di hari ketiga, Fatimah berkunjung ke rumah Mutiah saat sore hari. Akhirnya, ia pun bisa diterima dengan baik dan diizinkan masuk oleh Mutiah. Alangkah terkejutnya Fatimah melihat sopan santun dan kepatuhan Mutiah pada sang suami. Saat itu, Mutiah juga sedang mengenakan pakaian terbaiknya dengan aroma tubuh yang wangi. Wanita tersebut mengatakan ia akan menyambut kedatangan suami yang sebentar lagi akan pulang dari kerja. Rumahnya yang sederhana juga terlihat sangat bersih dan nyaman.

Kekaguman Fatimah tidak berakhir sampai di situ saja, putri Rasulullah ini juga terkagum di hari keempat saat ia kembali berkunjung ke rumah Mutiah saat suaminya sudah pulang dari kerja. Mutiah begitu peduli pada suaminya. Ia telah menyiapkan air mandi untuk sang suami, pakaian ganti dan makanan yang ia masak sendiri di meja makan. Saat sang suami telah sampai rumah, Mutiah menemaninya pergi ke kamar mandi dan membantu sang suami membersihkan tubuhnya.

Selesai mandi, Mutiah menemani suaminya makan. Saat makan inilah, Fatimah kembali dibuat kagum oleh Mutiah. Di samping suaminya yang sedang makan, Mutiah membawa sebuah cambuk. Ia lantas mengatakan pada suaminya untuk memakai cambuk tersebut untuk memukul tubuhnya jika saja masakan yang ia buat tidak disukai oleh suaminya. Mengetahui apa yang dilakukan Mutiah, Fatimah pun menangis haru sekaligus bahagia. Ia akhirnya bisa belajar banyak tentang sebagaimana mestinya menjadi seorang istri yang shalihah.

Pada diri Mutiah, Fatimah akhirnya tahu bahwa seorang istri shalihah dan taat serta selalu mengharap ridho suami adalah seorang wanita yang pantas memasuki pintu surga terlebih dahulu. Tentunya ada banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah ini. Semoga kisah ini bisa menginspirasi dan kita semua bisa mengambil hikmah yang ada di dalamnya.

Sumber : https://m.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3760335/kisah-ummu-mutiah-wanita-pertama-yang-menghuni-surga

#SahabatChenis
#ChenisAlFikri
#AlFikri2019
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah –

Sadar Kiamat, Mari Kita Taubat

[LENTERA PENA]

Sadar Kiamat, Mari Kita Taubat

Masalah terjadi dimana-mana, baik bencana alam, moral, aqidah maupun konflik negara. Masalah itu diantaranya konflik Palestina-Israel, konflik Uyghur, konflik Rohingya, konflik Suriah, Banjir, Kebakaran, Virus, dan masih banyak lainnya. Sebenarnya kalau kita instropeksi, masalah diatas terjadi karena dosa kita yang begitu banyak.

Sebagaimana ‘Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Tidaklah musibah itu datang melainkan lantaran dosa. Tidaklah musibah itu bisa terangkat melainkan lantaran taubat.” (Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’, hlm. 113)

Semakin maju zaman, semakin banyak kerusakan. Semakin maju teknologi, semakin banyak pula maksiat di mana-mana. Banyak manusia lupa tujuan dari hidup yang sesungguhnya. Mereka mengejar kenikmatan dunia yang fana, dan tak sempat belajar agama.

”Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari&Muslim)

Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun dia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dalam aktivitas dunia. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun dia dalam keadaan sakit. Apabila tergabung kedua nikmat ini, maka akan datang rasa malas untuk melakukan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).

Kita adalah manusia yang hidup di akhir zaman. Beriman kepada hari akhir/kiamat merupakan rukun iman yang ke-5. Keimanan seseorang barulah sempurna jika dia meyakini adanya hari kiamat.

إِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ لا رَيْبَ فِيهَا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (QS. Ghafir: 59)

Tanda-tanda kiamat sudah mulai bermunculan. Terkadang kita tau mana yang haq dan mana yang bathil, namun tetap saja memilih jalan yang salah.

Salah satu tanda dekatnya hari kiamat adalah maksiat yang merajalela. Begitu banyak wanita yang berpakaian namun telanjang karena pakaiannya yang tipis dan ketat. Begitu pula halnya dengan merebaknya perzinaan dan pornografi.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ ، وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا ، وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ ، حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ

“Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, merebaknya perzinaan, wanita akan semakin banyak dan pria akan semakin sedikit, sampai-sampai salah seorang pria bisa mengurus (menikahi) 50 wanita (karena kejahilan orang itu terhadap ilmu agama). (H.R. Buchari)

Kenapa musibah terjadi?
Masalah besar umat saat ini adalah soal aqidah. Banyak manusia yang melakukan kesyirikan, menyekutukan Alllah SWT. Sehingga Allah menurunkan azab sebagai peringatan.

Bumi ini sudah tua, maksiat ada dimana-mana. Kiamat pastilah ada. Kemana waktu kita? Akankah kau biarkan terbuang percuma?
Semoga Allah meneguhkan keimanan umat ini dari berbagai musibah yang ada.

Sumber: rumaysho.com

#AlFikri2019
#AlFikriBerdakwah
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah –

Berkata Baik atau Diam!

[LENTERA PENA]

Berkata Baik atau Diam!

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari interaksi dengan orang lain dalam kesehariannya. Namun, interaksi yang terjadi seringkali tanpa sadar membuat kita terlalu nikmat dalam berbincang. Akhirnya, semua bahasan muncul dan tersebar tanpa tahu kebenarannya. “Bertuturkatalah yang baik, atau lebih baik diam”. Hal tersebut terlihat sepele namun susah untuk dilakukan.

Beberapa ketergelincaran lisan yang sering terjadi :
1. Mencela Makhluk yang Tidak Dapat Berbuat Apa-apa
Misalnya dengan mengatakan, ‘Bencana ini bisa terjadi karena bulan ini adalah bulan Suro’ atau mengatakan ‘Sialan! Gara-gara angin ribut ini, kita gagal panen’ atau dengan mengatakan pula, ‘Aduh!! hujan lagi, hujan lagi’.

Lidah ini begitu mudah mengucapkan perkataan seperti ini. Padahal makhluk yang kita cela tersebut tidak mampu berbuat apa-apa kecuali atas kehendak Allah. Mencaci waktu, angin, dan hujan, pada dasarnya telah mencaci, mengganggu dan menyakiti yang telah menciptakan dan mengatur mereka yaitu Allah Ta’ala.

2. Berdusta atau berkata bohong. Seringkali manusia berbohong, misalnya anak terhadap orang tuanya atau sebaliknya, mahasiswa kepada dosennya, atau seseorang yang suka beringkar janji, dan tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik itu ada tiga : jika berkata, dia dusta; jika berjanji, dia menyelisinya; dan jika diberi amanat, dia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu bahayanya lisan kita, terkadang kata yang terucap tanpa sengaja menyakiti orang yang ada disekitarnya, menggunjing orang lain, mencela atau bahkan merendahkan ciptaan-Nya. Berpikirlah sebelum berucap, karena sesungguhnya segala kebaikan datangnya dari Allah, jangan pernah bangga dan merasa hebat atas usaha sendiri. Kita bukanlah apa-apa tanpa bantuan-Nya. Oleh karena itu, jangan sampai keluar kalimat sombong dari mulut kita.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.’ (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan Lisan, Seseorang Bisa Ditinggikan Derajatnya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu.” (HR. Bukhari)

Untuk selalu menjaga lisan kita dari perkataan buruk, marilah kita gunakan untuk berkata hal-hal yang baik seperti berdzikir, mengaji/membaca Al Quran, mengajarkan ilmu kepada orang lain, dan lain sebagainya.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menjaga lisan ini dan mengarahkannya kepada hal-hal yang dirihoi oleh Allah. Aamiin

Sumber : https://rumaysho.com/774-hati-hati-dengan-lisan.html

#AlFikri2019
#AlFikriBerdakwah
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah –

Amalan Sebelum Tidur

[KAMIS FIQIH]

Assalamu’alaikum Sobat Al Fikri
Eits, belum pada tidur ya? Lagi ngerjain laporan? Atau lagi ngerjain skripsi? Hehe

Sebelum tidur yuk lakukan amalan-amalan berikut 😊

1. Menjaga Diri Kita Untuk Tetap Dalam Keadaan Wudhu

Berwudhu sebelum tidur sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw kepada umat muslim. Kebiasaan seperti ini baik dilakukan untuk menjaga diri kita agar tetap dalam keadaan suci, meskipun sobat sedang tidur. Dalam hadits Rasulullah Saw dijelaskan bahwa :

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

2. Melakukan Ibadah Shalat Witir

Terkadang kita sudah mempunyai niat untuk melaksanakan shalat witir bersamaan shalat tahajud sepertiga malam, namun apabila sobat tidak yakin akan bisa bangun, sebaiknya laksanakanlah shalat witir sebelum tidur. Perbuatan baik ini dijelaskan oleh Abu Hurairah berdasarkan sabda dari Rasulullah, penjelasannya sebagai berikut :

“Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) mengerjakan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1981)

3. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas secara berurutan

Setelah membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebanyak satu kali masing-masingnya, lalu jangan lupa tiupkan pada bagian telapak tangan. Selanjutnya sobat bisa menggunakan telapak tangan tersebut untuk mengusap (seperti halnya gerakan wudhu) pada bagian seluruh tubuh mulai dari bagian wajah, bagian tangan, sampai bagian kaki dan juga bagian-bagian lainnya yang mungkin bisa anda jangkau dengan mudah.

4. Perbanyak Membaca Dzikir

Membaca dzikir sebelum tidur adalah perbuatan sunah yang selalu dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah Saw. Dengan berdzikir hati akan menjadi lebih tenang. Dzikir bisa anda jadikan bekal dan amalan baik bagi anda, karena kematian bisa datang kapan saja.

5. Jangan Lupa Menjaga Kebersihan Tempat Tidur

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Untuk itu alangkah baiknya selalu menjaga kebersihan tempat tidur sobat. Sesuai dengan hadits Rasul:

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

Biasakan untuk membersihkan dan merapikannya sebelum ataupun sesudah anda tidur. Selain akan membuat nyaman, tentunya akan mendatangkan pahala bagi sobat.

Sumber : https://dalamislam.com/akhlaq/amalan-shaleh/amalan-sebelum-tidur-menurut-rasulullah

#AlFikri2019
#AlFikriBerdakwah
– Bersama dalam Ukhuwah, Harmoni dalam Langkah –

[PUASA SENIN KAMIS BIAR IRIT?]

Assalamualaikum Ikhwah Fillah

Alhamdulliah besok hari Senin Ikhwah Fillah. Mungkin sebagian besar dari kita kalo mikirin hari Senin tu rasanya mager banget. Soalnya habis libur hari Ahad, eh besoknya masuk lagi menjalani rutinitas kuliah. Tapi kalo Senin besok ini beda, soalnya masih libur semesteran ?.

Nah Ikhwah Fillah, karena besok hari Senin nih, jangan lupa ada salah satu amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ yaitu puasa Senin Kamis.

Mungkin banyak dari kita melakukan puasa Senin Kamis karena pengen irit biar ngga ngeluarin uang makan atau lagi ngga punya duit. Tapi, sebenarnya bila kita melakukan puasa Senin Kamis dengan ikhlas karena Allah bakal mendapatkan faedah yang jauh lebih besar daripada sekedar menghemat uang.

⭕ Keutamaan Puasa Hari Senin dan Kamis ⭕

Sebelumnya, keutamaan hari Senin dan Kamis secara umum dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah berikut, Rasulullah ﷺ bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

Rasulullah ﷺ pernah ditanya sahabat mengapa beliau berpuasa Senin dan Kamis. Karena pada hari Senin dan Kamis amal-amal sholeh diangkat ke langit. Maka Rasulullah ﷺ ingin saat amal beliau dilaporkan, beliau sedang berpuasa.
(HR. Tirmidzi no. 747)

Selain kita berpuasa pada waktu utama yaitu ketika catatan amal dihadapkan di hadapan Allah, berpuasa Senin Kamis juga dapat menjaga kemaslahatan untuk badan dikarenakan ada waktu istirahat setiap pekannya dan tak lupa kita juga akan mendapatkan pahala.

Mumpung besok hari Senin, jangan lupa Ikhwah Fillah untuk melaksanakan puasa Sunnah Senin Kamis ya. Semoga Allah memberikan keistiqomahan bagi Ikhwah Fillah sekalian untuk melaksanakan puasa Senin Kamis entah itu saat liburan maupun saat masa-masa kuliah, karena sejatinya Allah mencintai amalan yang kontinyu walaupun sedikit.

________________________________________
Sumber:
? : rumaysho.com/845-merutinkan-puasa-senin-kamis.html
? : Ustaz Dr. Khalid Basalamah, Lc., M.A.
________________________________________

#LenteraPena
#AlFikri2018
#AlFikriGEMARDAKWAH
~Gemerlap Ukhuwah Pancarkan Dakwah~